Readup

Apakah pornografi mempengaruhi kualitas hubungan Anda dan pasangan?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Apakah pornografi mempengaruhi kualitas hubungan Anda dan pasangan?

Meskipun Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak 10 Agustus 2018 memblokir seluruh konten yang mengandung unsur pornografi melalui penyedia layanan internet nasional, sejumlah pecandu tidak kehilangan cara untuk mendapatkan akses ke sejumlah situs terlarang.

Tanyaannya, apakah pornografi bakal berpengaruh negatif terhadap kemesraan hubungan dengan pasangan?

Sebuah riset pada 1989 oleh Douglas Kenrick, yang dianggap sebagai perintis dalam hal ini, menyimpulkan bahwa pria merasa istrinya menjadi kurang menarik secara seksual setelah mereka melihat sejumlah gambar porno. Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi titik tolak sejumlah penelitian berikutnya untuk membuktikan validitas pernyataan Douglas tersebut.

Pada Juli 2016, tim peneliti dari University of Western Ontario, Kanada, melakukan hingga tiga kali untuk meniru penelitian Douglas dan gagal memperoleh kesimpulan yang sama. Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan apakah pornografi benar-benar mempengaruhi persepsi laki-laki terhadap pasangannya dan kualitas hubungan secara umum.

Akan tetapi, Robert T. Muller, penulis buku “Trauma and the Avoidant Client”, menilai replika penelitian tersebut kemungkinan tidak mendapatkan hasil yang sama karena dalam budaya Barat saat ini iklan-iklan berbau seks sangat terbuka, sehingga melihat gambar-gambar porno menjadi tampak kurang berpengaruh.

Pada Maret 2017 sejumlah peneliti dari Indiana University, AS, menguji dampak pornografi terhadap kehidupan seksual pria dan wanita. Peneliti menguji simpulan dari 50 penelitian berbeda dan menemukan fakta bahwa dampak pada pria dan wanita ternyata berbeda. Ketika perempuan menyaksikan pornografi, kepuasan hubungan dengan pasangan tidak berubah. Akan tetapi, ketika pria menonotn pornografi, kepuasan hubungan dengan pasangan menjadi lebih rendah.

Terkait penelitian tersebut, Muller menyatakan hasil tersebut memungkinkan adanya peluang bahwa pria menonton pornografi karena tidak puas dengan pasangannya.

Analisis lain yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas California, Copenhagen, dan New York menyimpulkan bahwa pornografi dengan kekerasan mempengaruhi tindakan kekerasan terhadap wanita. Bahkan, peneliti menyimpulkan baik pornografi dengan kekerasan maupun tidak tetap memiliki tautan dengan perilaku kekerasan.

PKB prioritaskan honorer ketimbang kenaikan gaji PNS
Jokowi: Indonesia butuh kritik berbasis data, bukan pembodohan
Sandiaga ingin bangun infrastruktur tanpa utang, ini kata Fadli Zon
Fadli Zon: Tjahjo sebaiknya mundur jika tak bisa urus e-KTP
Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
Kemiskinan ditarget turun 9,5% hingga 9%
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Fetching news ...