Menjadikan pernikahan sebagai anak pertama

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menjadikan pernikahan sebagai anak pertama "Sampai anak usia tiga tahun, merawat anak akan menjadi pekerjaan penuh waktu bagi orang tua. Kondisi ini pada sejumlah kasus mendorong sebagian pria untuk mencari pengalihan."

Kelahiran anak akan mengubah hubungan Anda dengan pasangan. Jika ada pasangan yang mengatakan bahwa tidak ada yang berubah pada hubungannya saat lahir anak, percayalah bahwa mereka tengah menutupi apa yang terjadi sesungguhnya. Perubahan tersebut bermuara pada dua kutub, yakni kemesraan dengan pasangan menjadi renggang, atau justru semakin intim.

Bagi sebagian orang, kelahiran anak akan membuat mereka lupa bahwa pernikahan mereka perlu dirawat, sebagaimana merawat seorang anak. Oleh karena itu, ada ungkapan bahwa pernikahan adalah anak pertama. Artinya, kala lahir anak biologis, ada entitas yang tidak boleh diabaikan.

Metafora tersebut menemui kebenarannya jika kita mengamati ungkapan sebagian orang yang mengatakan bahwa "saat ini, yang ada di pikiran hanya anak." Orang yang mengatakan hal tersebut kemungkinan tidak sadar bahwa dia sedang mengabarkan bahwa hubungan pernikahannya tidak lagi menjadi prioritas. Tentu saja hal ini bukan sikap yang tepat dalam pembinaan keluarga.

Apa pun yang diabaikan akan telantar dan berpeluang rusak dalam waktu lebih cepat. Maka, tidak perlu heran jika ada orang yang bercerai atau selingkuh, padahal sudah memiliki anak. Pada banyak kasus, kehadiran anak terkadang justru membuat hubungan terabaikan.

Saya tidak bermaksud mengkambinghitamkan anak sebagai musabab sebagian perceraian, sehingga Anda takut memiliki anak. Akan tetapi, saya ingin mengajak kita semua untuk senantiasa merawat dan memperkuat ikatan pernikahan, apa pun yang terjadi: baik saat anak lahir, atau bahkan tanpa anak sekali pun.

Pakar perceraian—saya menyebutnya demikian karena dia melakukan riset bertahun-tahun untuk kasus tersebut--John Gottman menyebutkan bahwa periode paling rawan perceraian adalah tahun pertama hingga ketujuh. Lebih dari 50 persen perceraian terjadi di periode ini. Salah satu pemicunya adalah hadirnya anak, karena potensinya untuk menyedot perhatian yang besar dari pasangan. Kelahiran anak tidak hanya menyita waktu dan tenaga Anda, tetapi juga dapat menguras tabungan. Riset juga menyebutkan bahwa banyak perselingkuhan oleh pria dimulai justru saat istri sedang hamil.

Tak bisa dipungkiri bahwa ketika hamil, melahirkan dan menyusui, fungsi seksual perempuan bisa terganggu. Saat melahirkan, umpamanya, istri akan absen berhubungan intim selama kurang lebih 6 minggu. Hal ini belum termasuk dampak psikologis, seperti babyblue atau postpartum depression yang juga bisa berdampak pada suami. Sampai anak usia tiga tahun, merawat anak akan menjadi pekerjaan penuh waktu bagi orang tua. Kondisi ini pada sejumlah kasus mendorong sebagian pria untuk mencari pengalihan.

Situasi seperti itu harus disadari, sekaligus diantisipasi oleh setiap pasangan, ketimbang menolaknya dengan berbekal mitos bahwa kehadiran anak otomatis akan merekatkan hubungan.

Jika Anda sempat berpikir bahwa anak pertama harus dididik baik-baik karena dia kelak akan menjadi model buat adik-adiknya, sekarang mari berpikir bahwa pernikahan adalah "anak pertama" kita. Jika kita mampu merawat pernikahan dengan baik, anak-anak selanjutnya akan banyak belajar hal-hal positif darinya.

Saya tidak perlu mengambil contoh terkait bagaimana luka dari berantakannya pernikahan orang tua membekas ke anak-anak; sayatan luka tersebut akan mempengaruhi kehendak, cara pandang dan sikap mereka. Anda pasti dengan mudah menemukan contohnya dengan mencermati orang-orang sekitar, atau bahkan pada diri Anda sendiri.

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan
Jokowi-Ma'ruf kerahkan relawan di daerah suara terendah
Nomor urut satu di Pilpres 2019 lebih untungkan Jokowi-Ma'ruf
 Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet
Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?
Kubu Jokowi nilai Neno Warisman buka kedok #2019GantiPresiden
Ini nama 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina
Pelabelan caleg eks-koruptor berpotensi langgar HAM
Belajar memegang komitmen kebangsaan dari seorang Yahudi
Perdagangan 16 perempuan Indonesia ke Cina biadab
Kubu Prabowo ganti nama tim sukses
Kondisi 16 perempuan yang dijual ke Cina memprihatinkan
PAN nilai penandaan eks-koruptor pada caleg diskriminatif
PDIP nilai cuitan Fadli Zon tak berkualitas
Kubu Jokowi siapkan lagu kampanye ala milenial
Fetching news ...