Skandal “Firza Hot” berpeluang mandeg, Rizieq kapan pulang?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Skandal “Firza Hot” berpeluang mandeg, Rizieq kapan pulang? “Hilangnya rasa takut pada mereka yang tanpa kekuasaan akan membuat pusing mereka yang berkuasa.” - Tobias Wolff

Imam Besar FPI (Front Pembela Islam) Muhammad Rizieq Shihab memiliki peluang besar untuk bebas dari skandal “Firza Hot” yang membuatnya harus melarikan diri ke Arab Saudi.

Saat ditanya awak media kemarin, Jumat (16/06/2018), Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengaku bahwa penghentian penyidikan kasus dugaan percakapan dan foto porno yang melibatkan pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein itu adalah wewenang Polda Metro Jaya.

"Saya belum tahu, itu bukan domain saya, bukan juga domain kapolri untuk menjawab. Itu ranah penyidik," katanya.

Pernyataan Syafruddin tersebut terkait pernyataan kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera yang mengatakan kliennya telah menerima surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan percakapan bermuatan pornografi.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka terhadap seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar yang melibatkan Rizieq Shihab pada 16 Mei 2017.

Polisi menjerat Firza menjerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi ancaman penjara di atas lima tahun.

Selain Firza, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga telah menetapkan tersangka terhadap Habib Rizieq terkait kasus yang sama dengan Firza.

Sebelumnya, beberapa pihak menduga kasus pornografi yang melibatkan Rizieq tersebut bakal dihentikan karena pelaku pengunggah percakapan mesum melalui aplikasi WhatsApp belum juga diperiksa hingga kini.

Kapitra sendiri mengklaim bahwa Polda Metro Jaya telah menghentikan penyidikan kasus Rizieq sejak Februari 2018.

Skandal paling mencekam bagi Rizieq

Rizieq memiliki sejumlah kasus hukum. Dia bahkan sempat masuk penjara karena kasus penggerebekan ilegal oleh anggota FPI. Namun, Skandal chat dan foto mesum bersama Firza sepertinya yang paling membuatnya pusing sehingga dia harus kabur ke luar negeri. Akan tetapi, kasus ini dinilai oleh pendukungnya sebagai kriminalisasi dan teror terhadap ulama.

Sebetulnya, selain skandal tersebut, Rizieq sempat bermasalah seperti menjadi tersangka penodaan Pancasila (30 Januari 2017), terlapor penghinaan SARA dan tuduhan makar.

Penulis AS Tobias Wolff dalam sebuah memoar berjudul This Boy's Life mengatakan, “Hilangnya rasa takut pada mereka yang tanpa kekuasaan akan membuat pusing mereka yang berkuasa.” Seharusnya Rizieq tidak perlu takut—jika memang kecut menghadapi kasus—apabila memang tidak bersalah. Apalagi, jika tujuan politiknya adalah untuk menggulung rezim Joko Widodo. Akan tetapi, Rizieq lebih memilih lari, yang justru membuatnya dicap sebagai pengecut oleh lawannya.

Di Indonesia, skandal seks memang tampak jauh lebih mencekam daripada skandal lain, bahkan skandal korupi sekalipun. Banyak tokoh politik yang karirnya langsung terjun bebas setelah urusan ranjang itu diungkap ke publik. Kita ambil contoh politisi Golkar Yahya Zaini dan ketua KPK (2011-2015) Abraham Samad yang jatuh, karena kaca kamera menyorot kulit tanpa busana untuk dijadikan konsumsi umum.

Gairah besar menumbangkan Jokowi

Dalam sejumlah kesempatan Rizieq kerap mengutarakan bakal mendukung penuh koalisi untuk melawan Joko Widodo, yang digadang-gadang bakal digawangi Partai Gerindra, PKS, PAN. Sejumlah petinggi dari ketiga partai tersebut sudah menemui Rizieq di Mekah beberapa waktu lalu.

Yang juga diharapkan Rizieq untuk bergabung adalah PKB. Jika koalisi empat parpol tersebut tercipta, Rizieq akan menyerukan kepada umat Islam untuk memberi dukungan penuh. Rizieq pun mendorong supaya koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PBB bisa segera diwujudkan.

Namun, dukungan dari luar negeri sepertinya bakal tidak seefektif jika dibandingkan dukungan langsung. Artinya, untuk meningkatkan kekuatan dukungannya, Rizieq seharusnya berani pulang--terutama jika penyidikan tersebut benar-benar dihentikan. Pendukungnya pasti berharap Rizieq berpidato secara berapi-api seperti biasanya untuk membakar emosi massa. Jadi, kapan pulang, Habib Rizieq?

Radikalisme harus dikikis dengan Pancasila
Fahri: Jokowi adalah masalah, sulit dimaafkan
Film “Pedagogic”, potret buram di balik seorang ibu pekerja
PKS dan PAN masih abu-abu dukung Prabowo, ini sikap Gerindra
Potret generasi wacana
Babat habis kasus Setnov, KPK penjarakan dr. Bimanesh
MKD tidak akan persulit proses penggeledahan ruangan Eni Maulani Saragih
Jokowi akui bertemu TGB bicarakan cawapres
Generasi muda harus berdaya juang tinggi
Sofyan Basir dinilai ketat pilih kontraktor di proyek PLN
Agus Hermanto bantah PDIP ajak dukung Jokowi di Pilpres 2019
Deretan fakta Piala Dunia 2018
Tol Solo-Ngawi diresmikan, Jokowi: pembuka jalur merak-banyuwangi
Sederet fakta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tersandung kasus korupsi
Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing
Fetching news ...