Janji Sandi fasilitasi wirausahawan muda

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Janji Sandi fasilitasi wirausahawan muda

Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno berjanji, jika terpilih sebagai pemimpin  negara dalam ajang Pilpres 2019 mendatang, pemerintah akan memfasilitasi para lulusan perguruan tinggi untuk menjadi wirausahawan. 

"Mereka akan menjadi enterpreneur-entrepreneur yang akan difasilitasi oleh program-program yang memberikan tambahan pelatihan dan pendampingan dan mereka akan mampu juga untuk menjadi inovator-inovator,” kata Sandi saat sambutan acara wisuda Universitas Pasundan (Unpas) di Bandung, Rabu (14/11/2018).

Sandi mengajak sebanyak 3.500 wisudawan-wisudawati untuk menjadi pelopor terbentuknya suatu visi baru bahwa para sarjana bukan hanya pencari lapangan kerja tetapi pencipta lapangan kerja.

Sandiaga juga mengapresiasi Unpas yang mengedepankan sektor kewirausahawan dalam pendidikan.

Banyak sekali sektor yang bisa dikembangkan dan Unpas ini banyak memberikan penekanan kepada kewirausahaan, dan ini yang menurut kami bisa menjadi lokomotif untuk membangun ekonomi kita kedepan,” kata pasangan dari capres Prabowo Subianto.

Selain itu, Sandiaga juga menceritakan kisah perjuangan hidupnya yang pernah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"20 tahun lalu saya pernah di PHK tapi saya berusaha bangkit. Tadi saya juga sampaikan masa depan di tangan kalian (lulusan baru). Kalian bisa menggapai masa depan dengan baik," kata cawapres yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra dan Berkarya.

Namun jika terus bersikap positif optimis semangat dan menjadi bagian dari solusi yaitu membuka usaha. Karena kira-kira akan menjadi pasar terbesar  mencapai 110 sampai 120 juta pasar konsumsi di tahun 2030.

Sandiaga menjelaskan, ke depan dia ingin menggaet dan bekerjasama dengan wirausahawan yang inovatif dan mau mengambil risiko.

"Juga yang bisa secara proaktif mengembangkan pasar kita. Jangan wirausahawan yang masih berpola pikir bahwa ini negara kita, dan ini menjadi pasar saja. Tapi kita harus mampu untuk menjadikan mereka berdaya saing dan pola pikirnya itu pola pikir kolaborasi,” katanya.

PKB prioritaskan honorer ketimbang kenaikan gaji PNS
Jokowi: Indonesia butuh kritik berbasis data, bukan pembodohan
Sandiaga ingin bangun infrastruktur tanpa utang, ini kata Fadli Zon
Fadli Zon: Tjahjo sebaiknya mundur jika tak bisa urus e-KTP
Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
Kemiskinan ditarget turun 9,5% hingga 9%
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Fetching news ...