News Policy

Kemiskinan ditarget turun 9,5% hingga 9%

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kemiskinan ditarget turun 9,5% hingga 9% Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita saat hadiri Jambore PKH.

Naiknya anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) dua kali lipat pada 2019 menjadi Rp32,65 triliun diharap mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi sembilan persen.

“Saya yakin, Insya Allah, angka kemiskinan pada 2019 mendatang akan semakin turun. Pada akhir Desember 2019, angka kemiskinan bisa 9,5% atau bahkan mencapai 9%. Namun, ada syaratnya, yakni menjalankan program sosial, salah satunya adalah PKH dengan komitmen dan disiplin tinggi,” kata Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita usai menghadiri Jambore PKH yang berlangsung di Wana Wisata, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, hari ini, Selasa (11/12).

Dalam menurunkan angka kemiskinan tersebut, program Kemensos seperti PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT) dinilai memberikan kontribusi besar dalam menurunkan angka kemiskinan.

Berdasarkan data pada Maret 2018, angka kemiskinan menjadi satu digit yakni 9,82 persen yang merupakan pertama kali dan terendah dalam sejarah. Oleh karena itu pemerintah terus meningkatkan sasaran jumlah keluarga penerima manfaat (KPM).

Mensos mengatakan pada 2015, KPM PKH baru mencapai 3,5 juta KPM, kemudian ditingkatkan menjadi 6 juta KPM dan naik lagi menjadi 10 juta KPM. Alokasi anggaran juga terus ditingkatkan.

"Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Presiden Joko Widodo yang terus memperluas jangkauan PKH dari 3,5 Juta menjadi 10 Juta KPM dalam empat tahun terakhir," ungkap Agus.

Dengan naiknya anggaran tersebut, diharapkan akan terus mampu memerangi angka kemiskinan yang masih ada. Ia berharap penerima PKH akan dapat menggunakan bantuan selain memenuhi kebutuhan pangan, perbaikan gizi dan kebutuhan sekolah anak-anaknya, bisa digunakan untuk tambahan modal usaha.

"Kalau anak-anak sehat, pintar dan usaha lancar, maka akan lepas dari PKH. Karena sesungguhnya masih banyak keluarga lain yang tersebar di seluruh Indonesia membutuhkan PKH," ujarnya.

Sementara salah seorang keluarga penerima PKH, Suriyah, mengatakan kalau dirinya saat sekarang sudah lepas dari penerima PKH.

“Dulu, saya adalah penjual susu kedelai di daerah Cilongok. Kemudian, saya mendapatkan bantuan PKH dari pemerintah. Sebagai penerima, saya gunakan uang tersebut untuk kebutuhan sekolah dan sebagian untuk modal usaha penjualan bandeng presto. Alhamdulillah saat ini berhasil. Saya mendapatkan keuntungan Rp100 ribu setiap hari, karena per hari omsetnya sekitar Rp1 juta. Saya berterima kasih kepada Pak Jokowi dan Pak Mensos dan saat ini saya sudah lepas sebagai penerima PKH,”ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Mensos merasa senang diadakannya jambore pelaksana PKH sekabupaten Banyumas dan Cilacap karena dengan adanya kegiatan tersebut terjalin keakraban antar SDM-PKH di dua kabupaten.

PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis
PAN dukung pemerintah soal penundaan pembebasan Ba'asyir
MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Fetching news ...