News Law

Komisi VIII sesalkan teroris perempuan ledakkan diri bersama anak

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Komisi VIII sesalkan teroris perempuan ledakkan diri bersama anak

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bambang Budi Susanto menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap korban anak oleh terduka teroris di Sibolga, Sumatera Utara.

“Kok sampai hati seorang ibu meledakkan anaknya yang masih balita dengan tujuan yang tidak jelas. Saya merasa prihatin dan mengutuk keras aksi ini,” kata Bambang di Jakarta, Jumat (15/03/2019).

Sebelumnya, Solimah, istri terduga teroris SibolgaHusain alias Abu Hamzah diduga berniat bunuh diri dengan alasan ingin masuk surga dengan jalan pintas.

Polisi berupaya melakukan negosiasi dengan istri Abu Hamzah berjam-jam. Namun istri terduga teroris Sibolga itu meledakkan bom dan tewas bersama anaknya yang baru berusia 2 tahun pada Rabu (13/03) dini hari.

Dari penyelidikan polisi, diketahui Abu Hamzah belajar merakit bom secara online. Abu Hamzah tidak memiliki jaringan, alias sendiri. Membaca, ikut grup radikal, kemudian pemahamannya mulai diadopsi.

Bambang menilai DPR perlu secepatnya membentuk Dewan Pengawas Pemberantasan Terorisme. Menurutnya, ini sebagai amanat dari implementasi Undang-undang (UU) Nomor 5 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Pasal 43J UU Nomor 5 tahun 2018 menyatakan Dewan Pengawas harusnya sudah dibentuk oleh DPR RI. Akan tetapi, dewan pengawas itu belum juga dibentuk sejak undang-undang itu disahkan pada Mei 2018 lalu,” jelasnya.

Dewan pengawas itu nantinya akan mengawasi seluruh kinerja pemberantasan terorisme mulai dari pencegahan hingga penindakan.

“Saya juga menyampaikan dukungan kepada kepolisian dan TNI untuk mengusut tuntas jaringan teroris di Indonesia,” ujar politisi PAN itu.

Di sisi lain, lanjut Bambang, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah untuk memperkuat institusi keluarga guna membendung radikalisme.

“Keluarga memiliki andil cukup besar bagi seseorang untuk menjadi radikal atau tidak. Jika di dalam keluarga cukup perhatian, kasih, cinta dan pendidikan, anggotanya tidak akan merasa perlu untuk menjadi ekstremis untuk mencari pengakuan, jati diri dan sejenisnya,” pungkasnya.

BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas Jokowi turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fadli Zon: Krisis Timur Tengah dipicu masalah politik
Dukungan Erwin Aksa sangat diharapkan kubu Prabowo
IHSG masih bakal tertahan di zona merah
Persoalan DPT bermula dari Kemendagri
Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Seberapa narsis dirimu?
Komisi I imbau masyarakat laporkan TNI yang tidak netral
Kubu Jokowii minta Sandiaga realistis dalam membuat program
Fetching news ...