Dinosaurus ditemukan hanyut di sungai purba Australia

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Dinosaurus ditemukan hanyut di sungai purba Australia Citra Diluvicursor

Dalam batu pasir dekat tanda pasang tinggi di tepi Selat Bass di bagian tenggara Australia, para peneliti menggali fosil dinosaurus berkaki dua pemakan tumbuhan yang diprediksi hanyut di sungai purba besar yang berarus kuat.

Nama genus dinosaurus itu Diluvicursor, yang artinya "pelari banjir", dan nama spesiesnya pickeringi, diambil dari nama David Pickering untuk menghormati nama mendiang ahli paleontologi itu menurut hasil riset yang disiarkan dalam jurnal ilmiah PeerJ.

Ahli paleontologi pada Kamis (11/01/2018) mengatakan kerangka parsial dari binatang dari masa 113 juta tahun lalu yang sebelumnya tidak diketahui dan kemudian dinamai Diluvicursor pickeringi itu memberikan wawasan baru mengenai jajaran dinosaurus yang mendiami Australia selama Periode Cretaceous, ketika benua itu masih terhubung dengan Antartika.

"Kerangka-kerangka dinosaurus dari Australia sangat langka," kata ahli paleontologi dari University of Queensland, Matthew Herne, menambahkan bahwa Diluvicursor menambah jumlah anggota dinosaurus Australia yang sampai sekarang sudah dinamai menjadi 19.

Sisa-sisa Diluvicursor ditemukan di antara campuran kumpulan tiga batang pohon yang mengalami fosilisasi yang tampaknya juga hanyut di sungai selama banjir.

Situs penemuan fosil itu ada di pesisir selatan negara bagian Victoria, sekitar 170 kilometer dari Melbourne. 

Diluvicursor panjangnya sekitar 2,3 meter. Herne mengatakan binatang itu seukuran dengan kalkun ternak besar beratnya, namun tentu saja jauh lebih panjang ketimbang kalkun karena ekornya. Fosil itu mencakup ekor yang hampir utuh, bagian bawah kaki kanan dan sebagian besar telapan kaki kanan.

Binatang itu hidup bersama dinosaurus-dinosaurur pemakan daging yang panjangnya sekitar enam meter, juga mamalia seukuran tikus dan reptil terbang yang disebut pterosaurus. 

Herne mengatakan Diluvicursor, anggota kelompok dinosaurus yang disebut ornithopoda, serupa dengan dinosaurus herbivora kecil berkaki dua lain yang disebut Leaellynasaura yang hidup di kisaran waktu yang sama dan sisa-sisanya digali sekitar 15 kilometer dari tempat penggalian. Keduanya mungkin menghuni ceruk ekologis yang berbeda dan makan tumbuhan yang berbeda.

Leaellynasaura badannya lebih ringan, punya ekor lebih panjang, dan mungkin pelari yang lebih tangkas.

"Analogi bisa dilihat dalam jenis keragaman yang ada dalam kanguru dan wallaby Australia saat ini yang mendiami ceruk-ceruk yang berbeda, dari habitat daratan terbuka sampai hutan lebat," kata Herne sebagaimana dikutip Reuters.

Diluvicursor menjelajahi dataran lembah luas yang berada di dekat sungai antara Australia dan Antartika, yang masih terhubung sampai sekitar 45 juta tahun lalu.

Radikalisme harus dikikis dengan Pancasila
Fahri: Jokowi adalah masalah, sulit dimaafkan
Film “Pedagogic”, potret buram di balik seorang ibu pekerja
PKS dan PAN masih abu-abu dukung Prabowo, ini sikap Gerindra
Potret generasi wacana
Babat habis kasus Setnov, KPK penjarakan dr. Bimanesh
MKD tidak akan persulit proses penggeledahan ruangan Eni Maulani Saragih
Jokowi akui bertemu TGB bicarakan cawapres
Generasi muda harus berdaya juang tinggi
Sofyan Basir dinilai ketat pilih kontraktor di proyek PLN
Agus Hermanto bantah PDIP ajak dukung Jokowi di Pilpres 2019
Deretan fakta Piala Dunia 2018
Tol Solo-Ngawi diresmikan, Jokowi: pembuka jalur merak-banyuwangi
Sederet fakta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tersandung kasus korupsi
Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing
Fetching news ...