News

Babat habis kasus Setnov, KPK penjarakan dr. Bimanesh

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Babat habis kasus Setnov, KPK penjarakan dr. Bimanesh Hakim menilai Bimanesh terbukti melanggar pasal 21 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana karena menghalangi proses penyidikan kasus Korupsi proyek e-KTP.

Drama kasus korupsi Setya Novanto tampaknya belum berakhir. Pasalnya, Hakim Tipikor Jakarta resmi menjatuhkan vonis 3 tahun penjara serta denda Rp 150 juta kepada dr Bimanesh Sutarjo, Senin (16/07/2018).

Salah satu dokter RS Medika Permata Hijau ini dijatuhi hukuman atas tindakan menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Hakim Mahfudin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (16/07/2018).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Bimanesh Sutarjo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama merintangi perkara penyidikan korupsi," ujar Ketua Majelis Hakim Mahfuddin saat membacakan amar putusan.

Hakim menilai Bimanesh terbukti melanggar pasal 21 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana karena menghalangi proses penyidikan kasus korupsi.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa, yakni hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam memutuskan perkara ini hakim mempertimbangkan unsur yang meringankan dan memberatkan.

Unsur yang meringankan yakni sikap Bimanesh yang dianggap sopan selama persidangan dan sebelumnya tidak pernah terlibat kasus hukum. Kemudian, hakim menilai Bimanesh berjasa di dunia kesehatan atas pengabdiannya selama 38 tahun.

Hal lain yang meringankan karena terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Sedangkan unsur yang memberatkan yakni hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Selain itu, tindakan Bimanesh mencederai profesi dokter.

Seperti yang diketahui, Bimanesh terbukti bersama-sama dengan pengacara Fredrich Yunadi telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK. Saat itu, Novanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

 

 

Panin Sekuritas prediksi IHSG naik ke level 6.500
KPU akan perbaiki format dan mekanisme debat capres
KPU tak beri kisi-kisi jawaban di debat kedua, ini kata kubu Prabowo
PSI: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir untuk hindari serangan oposisi
Eddy Rahmayadi mundur sebagai ketua PSSI
Macam-macam hoaks dan kenapa orang berbohong
Prabowo ungkit impor beras, ini pembelaan kubu Jokowi
BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas
Begini keseruan debat Jokowi dan Prabowo soal caleg mantan napi korupsi
Ruhut nilai SBY setengah hati dukung Prabowo
Fadli Zon sebut Jokowi terlalu dominan dalam debat
Kubu Jokowi nilai Prabowo gagal paham isu terorisme
Kubu Prabowo nilai dapat serangan pribadi saat debat
Tak dibahas di debat Pilpres, ini kata kubu Prabowo soal kasus Novel
TKN: Jokowi beri pukulan telak ke Prabowo
Fetching news ...