KPU akan data pemilih disabilitas mental, bukan gila

REPORTED BY: Insan Praditya

KPU akan data pemilih disabilitas mental, bukan gila Ketua KPU, Arief Budiman

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan KPU tidak mendata orang yang gangguan jiwa untuk masuk sebagai pemilih di Pemilu 2019. Ia mengatakan KPU hanya mendata mereka yang disabilitas mental.

"KPU tidak mendata orang yang dibayangkan oleh banyak orang itu psikosis (gangguan jiwa) ya gelandangan. Dia itu mengenal dirinya saja tidak mampu, dia itu bahkan makan sembarangan. Bukan yang itu atau yang seringkali disebut orang gila," kata Arief saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (06/12/2018).

Arief mengatakan disabilitas mental memiliki kategori diantaranya kategori ringan, sedang dan berat. Oleh karena itu, menurutnya berdasarkan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) semua warga yang mampu wajib didata.

"Di dalam ketentuannya, semua orang, semua warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih, wajib di data. Tapi untuk menggunakan hak pilihnya, kalau emang saat hari pemungutan suara dia tidak mampu, maka dia akan dikeluarkan," ujarnya.

Selanjutnya, Arief mengatakan pendataan sudah dilakukan sejak pilkada tahun 2015. Ia mengatakan hal itu dilakukan berdasarkan keputusan MK.

"Sebetulnya apa yang kita lakukan sekarang ini itu sudah kita lakukan sejak pilkada 2015, sejak ada putusan Mahkamah Konstitusi itu," pungkasnya.

 

PKB prioritaskan honorer ketimbang kenaikan gaji PNS
Jokowi: Indonesia butuh kritik berbasis data, bukan pembodohan
Sandiaga ingin bangun infrastruktur tanpa utang, ini kata Fadli Zon
Fadli Zon: Tjahjo sebaiknya mundur jika tak bisa urus e-KTP
Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
Kemiskinan ditarget turun 9,5% hingga 9%
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Fetching news ...