Saran Mardani bagi ibu-ibu agar hidup tak susah

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Saran Mardani bagi ibu-ibu agar hidup tak susah "Emak-emak yang tadinya di dapur sekarang melek politik, karena buat mereka sederhana; ketika mereka tidak melek politik, hidup makin susah." - Mardani Ali Sera

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyarankan kaum perempuan terutama ibu-ibu untuk ikut ambil bagian dalam proses politik. Pasalnya, kebijakan-kebijakan yang dihasilkan melalui politik akan menentukan nasib mereka.

“Kalau mereka ingin mengubah hidup yang susah menjadi baik, mereka harus menjadi aktor, bukan cuma menjadi objek tapi harus menjadi subjek,” katanya saat disambangi Rimanews.com di kantor DPP PKS, di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Mardani, keterlibatan kaum ibu dalam berpolitik akhir-akhir ini harus diapresiasi, terutama lewat gerakan mendukung pasangan calon presiden untuk Pilpres 2019.

“Demokrasi kita mulai berkembang. Emak-emak yang tadinya di dapur sekarang melek politik, karena buat mereka sederhana; ketika mereka tidak melek politik, hidup makin susah,” ujarnya.

Wakil ketua Komisi II DPR RI itu mengatakan gerakan #GantiPresiden yang digagasnya merupakan inisiatif yang baik bagi kaum ibu untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya ikut terlibat dalam proses politik.

“Yang terjadi sekarang buat saya luar biasa: ada kesadaran politik. Awalnya masyarakat punya jarak dengan politik dan proses politik. Hastag ini membuat jembatan,” jelasnya.

Gerakan yang digagasnya tersebut mampu membuat masyarakat secara sukarela mengorbankan sumberdaya yang mereka miliki guna menyemarakkan proses demokrasi.

“Sederhana: kaosnya laku, beli. Bisa, buku saya banyak yang beli. Sehingga, yang tadinya gak mau datang—diongkosin pun kadang-kadang nggak mau—sekarang sudah ada pengorbanan dari publik untuk terlibat dalam proses politik, dan ini mahal harganya,” katanya.

Mardani mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan bagian terpenting untuk memberikan keabsahan bagi demokrasi. Tambah tinggi tingkat keterlibatan masyarakat, tambah absah sistem demokrasi.

“Dalam demokrasi esensinya adalah partisipasi dan engagement (keikatan,red) dari publik, karena kedaulatan ada di tangan rakyat. Makin tinggi tingkat partisipasi, makin legitimate demokrasi itu,” pungkasnya.

Persoalan DPT bermula dari Kemendagri
Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Seberapa narsis dirimu?
Komisi I imbau masyarakat laporkan TNI yang tidak netral
Kubu Jokowii minta Sandiaga realistis dalam membuat program
Kubu Jokowi: Ujian Nasional harus dipertahankan
Aksi ambil untung buat IHSG rentan terkoreksi
Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Fetching news ...