Mendagri apresiasi penyelenggaraan Pilkada 2018

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mendagri apresiasi penyelenggaraan Pilkada 2018 "Kami mengapresiasi KPU, Panwas dan DKPP sebagai penyelenggara pemilu yang independen." - Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi kinerja panitia Pilkada serentak 2018. Menurut Mendagri, kerja sama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pengawas Pemilu (Panwas) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berjalan lancar di 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

"Kami mengapresiasi KPU, Panwas dan DKPP sebagai penyelenggara pemilu yang independen. Walaupun dinamikanya tinggi," kata Tjajo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/07/2018).

Ia juga mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak berjalan dengan lancar berkat kinerja Intelijen/BIN, TNI dan Polri yang telah berkontribusi selama proses Pilkada. Ia mengapresiasi pengawalan yang dilakukan oleh BIN, TNI dan Polri khusus di daerah rawan Pilkada.

"Kami juga mengapresiasi Kepolisian, dengan TNI dan BIN yang terus-menerus mengamankan sehingga lancar," lanjut Tjahjo.

Tjahjo mengatakan pelaksanaan Pilkada 2018 yang berlangsung dinamis sangat kental dengan aroma Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres), namun tetap berjalan lancar meskipun masih ada dua daerah yang pelaksanaannya ditunda yaitu Nduga dan Paniai.

"Kami tidak bisa evaluasi total karena harus duduk bersama dengan KPU, Panwaslu dan DPR yang mengawasi. Dari data kami ada sekitar 60 Pemungutan Suara Ulang dan hingga Senin 9 Juli 2018, ada 25 pengaduan di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Mendagri bersama KPU, Panwas, dan DPR harus duduk bersama untuk memutuskan terkait laporan Panwas di lapangan di mana ada 25 pengaduan. Ia mengatakan tugas Mendagri adalah menyiapkan agenda pelantikan 171 kepala daerah,  baik Gubernur dan Walikota, dari hasil pilkada serentak.

Ia mengatakan dalam penyelenggaraan Pilkada, pemerintah harus bekerja sama dengan banyak lembaga. Menurut dia, pemerintah terlebih dulu menyediakan DP4 (Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu) dan memastikan anggaran Pilkada cukup, kemudian baru meminta bantuan KPU, Panwaslu, dan DPR.

Integritas Jokowi diragukan usai tunduk pada ancaman Ma'ruf Amin
Mengintip sekolah fashion muslim pertama di Indonesia
Tanda haji yang diterima Allah
5 bank besar jadi korban sekte penghapus utang
Usai haji, AHY bakal gabung tim pemenangan Prabowo-Sandi
Kubu Jokowi bekali tim kelola media sosial
Bongkar intrik Ma'ruf Amin, Mahfud masih dukung Jokowi?
Lantik Wakapolri Syafruddin, Jokowi amankan suara Polri?
Soal tuntutan rotasi jabatan yang tak transparan, ini jawaban KPK
Orang Indonesia paling nggak bisa <i> nyusu </i>
Ma'ruf Amin perintahkan NU ancam Jokowi hanya tafsiran Mahfud MD
3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal
Legislator minta dalang pembakaran satu keluarga dihukum mati
Kubu Jokowi ingin Ma'ruf temui Rizieq di Mekkah
Ahok bakal terjun kampanye untuk Jokowi?
Fetching news ...