Genosida Israel terhadap warga Palestina karena legitimasi AS

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Genosida Israel terhadap warga Palestina karena legitimasi AS "AS harus bertanggung jawab atas seluruh peristiwa ini." - Rofi Munawar

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI) Rofi Munawar mengecam keras tindakan Israel yang telah membunuh lebih dari 55 warga Palestina di perbatasan Israel. Ironisnya ini terjadi bersamaan dengan prosesi pembukaan Kedubes AS di Yerusalem.

"Israel menembaki warga palestina dengan brutal dan membabibuta ke segala arah, bukti bahwa negara tersebut telah sengaja melakukan tindakan 'genosida' dan pembunuhan terencana," kata Rofi Munawar dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, AS harus bertanggung jawab atas seluruh peristiwa ini. “Mereka berpesta di tengah hilangnya puluhan nyawa warga Palestina menuntut tanah mereka dikembalikan. AS telah berkontribusi dalam sejarah paling kelam dalam proses perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

"Warga Palestina telah melakukan protes selama hampir enam minggu sebagai bagian dari protes 'hari nakba', tetapi peristiwa kemarin jumlah korban jiwa melonjak tajam bertepatan dengan hari ketika AS membuka Kedutaannya di Yerusalem. Sungguh sangat tragis dan ironis. PBB tidak bisa hanya berdiam diri, harus segera bertindak!" lanjut Rofi.

Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan, mayoritas dari mereka yang tewas adalah demonstran tidak bersenjata. Bahkan, otoritas Palestina menuduh Israel melakukan "pembantaian yang mengerikan" dan menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan pembunuhan.

"Pemerintah Indonesia harus menyampaikan protes atas peristiwa tersebut dan mengambil peran aktif dalam mendorong tindakan tegas terhadap Israel yang telah melakukan pembantaian secara sistematis dan massif," pungkas Rofi.

Lebih dari 1.200 warga Palestina ditembak dan terluka selama protes hari Senin. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, korban di antaranya enam anak-anak dibawah usia 18 tahun. Kematian termuda tampaknya adalah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun bernama Ezzaldeen Al-Sammak.

 Sekitar 100 warga Palestina kini telah tewas di Gaza sejak para pengunjuk rasa memulai serangkaian pawai enam pekan lalu menuntut "Hak untuk Kembali" - hak bagi warga Palestina untuk kembali ke rumah nenek moyang mereka di tempat yang sekarang adalah Israel.

AS salahkan Hamas

Gedung Putih pada Senin (14/05) menolak untuk mengkritik penanganan Israel dari kerusuhan mematikan di perbatasan Gaza, dan "secara tegas menyalahkannya kepada Hamas" saat para pejabat pemerintah senior menghadiri pembukaan kedutaan Amerika Serikat (AS) yang kontroversial di Yerusalem.

Sedikitnya 52 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel dalam bentrokan yang sebagian didorong oleh kemarahan atas keputusan pemindah kedutaan besar AS ke Yerusalem, yang pelantikannya tetap dilakukan meski terjadi kekerasan.

Meski Presiden Donald Trump tidak pergi ke Israel, dia mengirim putrinya Ivanka dan menantunya Jared Kushner sebagai bagian dari delegasi.

Presiden Trump mengumumkan langkah kedutaan besar itu pada 6 Desember, yang segera memicu penolakan dari komunitas internasional - dan protes kekerasan.

"Hari besar untuk Israel. Selamat!" ujar Trump melalui Twitter.

"Kami merayakan sejarah," kata Wakil Presiden Mike Pence. "Amerika berdiri dengan Israel!"

Tetapi ucapan Twitter mereka tidak menyebutkan tentang kekerasan mematikan di lapangan, dan selama berjam-jam, para pejabat Washington tetap diam tentang pertumpahan darah di perbatasan Gaza.

Namun, Gedung Putih akhirnya pada sore harinya membahas tragedi paling berdarah dari konflik Israel-Palestina tersebut sejak terjadi beberapa tahun lalu, dan menyalahkan insiden tersebut kepada Hamas.

"Tanggung jawab atas kematian tragis ini berada di tangan Hamas," kata juru bicara Gedung Putih, Raj Shah kepada wartawan.

"Hamas secara sengaja dan sinis memprovokasi respons ini," katanya, sambil menambahkan bahwa "Israel memiliki hak untuk membela diri," katanya seperti dikutip AFP.

Divonis mati, Aman pikir-pikir
Argentina di ujung tanduk dan permainan buruk Messi
Utang tembus Rp5.028 triliun, BI klaim masih sehat
Putin girang Rusia melaju ke babak knock out
Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru
Risma ingatkan halalbihalal agar tak dijadikan alasan tunda pelayanan
Megawati: Bung Karno ditempatkan dalam sudut gelap sejarah
10 hal dalam RKUHP yang berpotensi lemahkan KPK
Menang di laga kedua, peluang Spanyol dan Portugal masih  bisa digagalkan Iran
Ketika negara hadir bantu korban kebakaran di suasana idul fitri
Kukuhkan dominasi di luar angkasa, Trump perintahkan bentuk pasukan antariksa
Tahun berganti dan masih punya hutang puasa Ramadhan, apa yang harus dilakukan?
Terus bertambah, korban KM Sinar Bangun hampir 200 orang
Dukun bayi Yamini baru terhenti setelah 25 tahun praktik aborsi
Berebut titipan SBY antara Gerindra dan Demokrat
Fetching news ...