Pucuk pimpinan Golkar kembali dijadikan pembantu Jokowi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pucuk pimpinan Golkar kembali dijadikan pembantu Jokowi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham

Setelah mendudukkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto sebagai Menteri Perindustrian, Presiden Joko Widodo kembali menunjuk pucuk pimpinan lainnya, yaitu Sekjen Idrus Marham sebagai Menteri Sosial.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham berjanji akan amanah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Sosial dengan maksimal dan sebaik mungkin.

"Yang namanya kader partai Golkar bila diberi tugas akan dilaksanakan dengan amanah, tapi saya kira tidak etis mengomentari (jabatan mensos) ini biar proses di dalam berjalan baik," kata Idrus di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu (17/2018).

Idrus tiba lingkungan istana kepresiden Jakarta bersama dengan istrinya, Ridho Ekasari. "Ya ada pemberitahuan ke sini ya pokoknya hari ini ada di sini," tambah Idrus.

Ia mengaku sebelumnya sudah sempat berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo meskipun tidak khusus membicarakan soal jabatan Mensos.

"Saya kira dikembalikan ke Presiden tapi kalau ditanyakan kepada saya selaku Sekjen Golkar kalaupun Pak Airlangga tetap di sini pasti tidak mengganggu kerja baik ketum DPP Golkar. Bahkan saya jamin bahwa kedua posisi yang dijabat Airlangga saling perkuat apalagi Golkar kekuatannya pada sistem," tambah Idrus.

Hari Rabu pagi, Presiden melantik empat pejabat negara yaitu Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko bakal dilantik sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar akan dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Terakhir Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Yuyu sebelumnya adalah Wakil KSAU.

Tentang Idrus Marham

Menurut Wikipedia Idrus Marham lahir di Pinrang Sulawesi Selatan pada tahun 1962.Aktif dan terlibat pada organisasi kepemudaan dan keagamaan seperti Karang Taruna dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Idrus Marham melepas masa lajanganya pada umur 47 tahun dengan menikahi Ridro Ekasari (umur 28 tahun) pada hari kamis 4 Juni 2009. Resepsi pernikahan dilaksanakan di Masjid Dian al Makhri, Jalan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat yang biasa disebut Masjid Kubah Emas.

Hadir sebagai saksi dari pihak Idrus adalah Presiden Republik Indonesia saat itu Soesilo Bambang Yudhoyono sementara dari pihak istri adalah wakil presiden Jusuf Kalla. Ridho Ekasari merupakan mantan presenter Metro TV.

Awal perkenalannya dimulai ketika Ridho membawakan sebuah acara keagaman di suatu stasiun TV swasta kemudian Idrus mengontaknya.Kemudian hubungan mereka berlanjut ketika keduanya sering bertemu dalam acara keagamaan.

Idrus Marham menempuh pendidikannya dari SD hingga SMA di daerah asalnya Sulawesi Selatan salah satunya adalah PGAN Pare-Pare.

Pada masa inilah Idrus mulai mengenal organisasi.Aktifitas organisasinya dimulai dengan bergabung di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sejak ia duduk di bangku SMP.

Setelah lulus SMA pada tahun 1979 Idrus melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin Makassar. Tahun 1983 Idrus melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang.

Pada tahun 2009 ketika masih menjadi anggota DPR periode 2004-2009 Idrus menyelesaikan pendidikan S3 nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Idrus meraih gelar doktor ilmu politik dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Demokrasi Setengah Hati; Studi Kasus Elit Politik di DPR RI 1999-2004” melalui ujian terbuka promosi doktor yang diuji oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, Dr. Pratikno dan Prof. Dr. Bachtiar Effendi.[7] Idrus tercatat sebagai doktor ke 1019 yang telah diluluskan oleh UGM.

Karier Politik

Masuknya Idrus dalam dunia politik dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat pada pemilu 1997.Setelah itu melalui partai Golkar ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk tiga periode berturut-turut yaitu 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2004 untuk daerah pemilihan III Sulawesi Selatan.

Salah satu peran Idrus yang menonjol sebagai anggota DPR adalah ketika Ia menjadi ketua Panitia Khusus Hak Angket Bank Century.

Khofifah Indar Parwansa meninggalkan kursi Mensos untuk ikut bertarung di Pilgub Jatim 2018 didampingi oleh Bupati Trenggalek Emil Dardak sebagai calon wakil gubernurnya.

Khofifah diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai mensos lantaran telah mendaftar sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada Jatim 2018.

Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengantarkan pasangan Khofifah-Emil mendaftar di KPU Jawa Timur, pada Rabu (10/01/2018).

Meskipun tak ada ketentuan untuk mundur bagi menteri yang maju dalam pilkada, Khofifah yang juga diusung Partai Golkar ini memilih mundur.

Jangan berharap jenis kelamin anak
Kemenag berburu akomodasi jemaah haji sesuai standar
Imbas tingginya elektabilitas Jokowi ke PDIP
Tingginya kasus kekerasan seksual di Aceh
Permintaan Jokowi supaya rektor lakukan terobosan besar
Fetching news ...