Ungkit gaji wartawan seuprit, Prabowo sentil Hary Tanoe?

REPORTED BY: Andika Pratama

Ungkit gaji wartawan seuprit, Prabowo sentil Hary Tanoe?

Besaran gaji wartawan di Indonesia masih belum layak. Banyak perusahaan media yang memberikan upah kepada para jurnalisnya di bawah UMR. Hal inilah yang membuat miris kehidupan wartawan di tanah air.

Nilai gaji tidak sebanding dengan besarnya tanggung jawab jurnalis yang merupakan penyambung lidah antara rakyat dengan penguasa. Selain itu, jurnalis juga harus memberikan informasi yang akurat, fakta, serta indepedensi. Jika salah, maka publik bakal mendapatkan berita sampah.

Gaji jurnalis di tanah masih banyak yang di bawah rata-rata atau menerima gaji sangat rendah, dibandingkan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai alat sosial kontrol masyarakat. Standar Upah Minimum Kota (UMK) dan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang masih kerap digunakan perusahaan media sebagai patokan untuk menggaji jurnalisnya.

Bagi jurnalis pemula, mendapatkan gaji sekitar Rp 2,5 juta sampai 3 juta setiap bulannya. Tentu saja, jumlah ini sangat jauh dari harapan. Padahal, tingkat pekerjaan yang cepat dan dikejar waktu juga sering membuat para jurnalis menghadapi tingkat stressyang tinggi, untuk itu kebutuhan akan rekreasi sangatlah diperlukan.

Prabowo sindir bos media

Persoalan gaji wartawan yang kecil ditanggapai oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Ia menilai gaji kecil wartawan bisa dilihat dari raut wajahnya.

"Ya kami bela kalian juga para wartawan, gaji kalian juga kecil kan. Saya tahu karena kelihatan dari muka kalian. Muka kalian itu enggak bisa belanja di mal," canda Prabowo saat menghadiri upacar HUT Kemerdekaan Indonesia di Universitas Bung Karno (UBK(, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

Pernyataan Prabowo ini seolah-olah menyindiri bos-bos media besar yang kurang peka terhadap gaji karyawannya. Pasalnya, beberapa media besar tidak memberikan gaji yang selayaknya kepada para jurnalisnya.

Sentil Hary Tanoe?

Hary Tanoesoedibjo merupakan pemiliki MNC Group yang membawahi sejumlah media digital, cetak, serta elektronik. Ketua Umum Partai Perindo itu adalah salah satu sosok terkaya di Indonesia.

Dengan menguasai media, pria yang akrab disapa HT ini bisa mempromosikan dirinya di setiap pemberitaan di media yang dimiliknya.

Namun, kebesaran MNC Group tidak sebanding dengan penghasilan para karyawannya yang berada di balik dapur redaksi. Rata-rata reporter di MNC Group (RCTI, Global TV, dan I News) mendapatkan gaji Rp 3,5 juta. Sedangkan, kameramen hanya digaji Rp 2,5 juta.

Jumlah gaji tersebut masih di bawah sejumlah stasiun televisi swasta lainnya. Hal inilah yang menbuat sejumlah pekerja memilih untuk resign dari MNC Group.

HT mendadak Jokowi

Secara tiba-tiba Partai Perindo menyatakan dukungan kepada pemerintah melalui iklan. Padahal, Hari Tanoe sangat dekat dan bahkan secara terang-terangan mendukung Prabowo Subianto dan itu terlihat saat Pilpres 2014 dan Pilkada Jakarta 2017.

Namun, pada saat Hari Tanoe dijadikan sebagai tersangka dalam kasus pengancaman terhadap jaksa agung, lalu Hari Tanoe mengajukan pra peradilan namun kalah. Tak lama kemudian, iklan dukungan kepada pemerintah muncul.

Maka, muncul dugaan di kalangan masyarakat bahwa manuver Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoe Soedibyo yang berencana mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 sebagaimana dinyatakan oleh Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq, sekadar upaya untuk membarter kasusnya.

Cabut moratorium TKI ke Saudi, apa yang harus dilakukan pemerintah?
Uang tol elektronik ancam 20 ribu pekerja
Jangan ambil keputusan saat dalam 4 kondisi ini
Menyikapi isu bangkitnya PKI
Refleksi 1 Muharram
Fetching news ...