News Law

Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing

Sebanyak 28 calon advokat bersaing untuk lulus ujian di Hotel Revayah, Kota Rutteng, Nusa Tengrara Timur. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan. Pihaknya memastikan tidak ada titip menitip atau kecurangan apapun yang mungkin terjadi dalam tes ini.

"Perluasan jangkauan ini untuk mempermudah calon advokat ikut ujian. Meski demikian tidak ada perlakuan khusus terhadap mereka," tegas Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan di Jakarta, hari ini, Sabtu (14/6).

Untuk itu, para calon Advokat Ruteng, NTT kini bisa berhati lega. Pasalnya, Perhimpunan Advokat Indonesia dibawah Ketua Umum Fauzi Yusuf Hasibuan telah melaksanakan ujian advokat di sana.

Ujian Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kali ini diikuti sebanyak 5397 calon advokat termasuk Kabarhakam Mabes Polri dan 44 perwira.

Otto menambahkan kepersertaan perwira polri ini menunjukan betapa pentingnya ujian advokat di Indonesia. "Ini merupakan wujud pengakuan kepada Peradi bahwa ujian profesi sangatlah penting. Mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus. Selain peserta dari Kepolisian, ujian kali ini juga diikuti dari instansi pemerintah lainnya yaitu Kemenkumham," tambah Otto.

Ujian ini digelar serentak di 34 kota yang tersebar di seluruh Indonesia dari Medan hingga Papua pada Sabtu (14/6/2018). "Untuk wilayah Jakarta, hari ini kami menguji 2040 calon advokat yang bertempat di Universitas Taruma Negara," kata Otto.

Ujian profesi tersebut, lanjut Otto, untuk memenuhi persyaratan menjadi advokat sesuai dengan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat. Sebelum mengikuti ujian profesi, calon advokat diwajibkan mengikuti pendidikan provesi advokat selama tiga bulan.

"Ujian ini sebagai syarat untuk terjun secara professional dan digunakan sebagai standar penilaian kapasitas seorang advokat saat terjun ke lapangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Profesi Advokat Hermansyah Dulaimi mengatakan dalam ujian hari ini terdapat satu pelanggaran terjadi di Bandung berupa peserta yang mencontek.

"Pelanggaran di Bandung kita proses namun secara keseluruhan berjalan lancar. Tindakan tegas ini akan menjadi contoh di daerah lain," tegas Herman. 

Untuk daerah uang terpencil, dikatakan Herman, merupakan tantangan tersendiri namun demikian Peradi memastikan pengawasan yang sama dengan daerah lainnya. "Tentu mereka harus menempuh hal yang sama dengan peserta dari kota lainnya. Pasalnya, mereka jika lulus nanti tidak hanya berperkara di Ruteng saja melainkan di seluruh Indonesia," tegas Herman.

Herman menambagkan hasil ujian akan diumumkan 6 minggu kedepan. "Hasil dari ujian tertulis ini akan diumumkan secara online lima minggu setelah ini, "kata Herman.

Pertumbuhan advocat

Pertumbuhan Advokat di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Setidaknya hingga akhir 2017 telah tercatat sebanyak 45000 advokat di Indonesia dan 25000 diantaranya Advokat yang berusia 25 sampai dengan 36 tahun.

Artinya Peradi dan dunia Advokat Indonesia memiliki 25000 potensi inovasi yang akan menjawab tantangan perkembangan dunia hukum kedepannya, serta memiliki 25000 potensi untuk menciptakan tatanan hukum yang lebih baik di Indonesia.

Tentu saja, fakta ini merupakan sebuah fakta tentang potensi sumber daya manusia yang sangat besar yang butuh pengelolaan secara terorganisir dan sistematis.

Tingginya jumlah Advokat tersebut merupakan tantangan terbesar bagi Peradi sebagai wadah tunggal organisasi Advokat di Indonesia khususnya mengenai kualitas profesi Advokat yang baru saja dilantik sebab kualitas Advokat merupakan faktor penting tidak hanya bagi pencari keadilan namun bagi sistem hukum di Indonesia. 

Andra Reinhard Pasaribu selaku perwakilan advokat muda menyampaikan, "Pembentukan Advokat Muda Peradi merupakan sebuah langkah strategis untuk mewujudkan kualitas Advokat sejak awal," ujarnya.

Dia menambahkan, advokat muda yang bernaung dalam Peradi akan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum melalui berbagai kegiatan. 

"Seperti penyebaran informasi dan pengetahuan perkembangan ilmu hukum, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan profesi Advokat yang tidak hanya fokus pada materi ilmu hukum namun juga terhadap pengetahuan mengenai manajamen kantor hingga manajemen penamganan perkara," terangnya.

Integritas Jokowi diragukan usai tunduk pada ancaman Ma'ruf Amin
Mengintip sekolah fashion muslim pertama di Indonesia
Tanda haji yang diterima Allah
5 bank besar jadi korban sekte penghapus utang
Usai haji, AHY bakal gabung tim pemenangan Prabowo-Sandi
Kubu Jokowi bekali tim kelola media sosial
Bongkar intrik Ma'ruf Amin, Mahfud masih dukung Jokowi?
Lantik Wakapolri Syafruddin, Jokowi amankan suara Polri?
Soal tuntutan rotasi jabatan yang tak transparan, ini jawaban KPK
Orang Indonesia paling nggak bisa <i> nyusu </i>
Ma'ruf Amin perintahkan NU ancam Jokowi hanya tafsiran Mahfud MD
3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal
Legislator minta dalang pembakaran satu keluarga dihukum mati
Kubu Jokowi ingin Ma'ruf temui Rizieq di Mekkah
Ahok bakal terjun kampanye untuk Jokowi?
Fetching news ...