Punya kebiasaan menggigit kuku, pria ini nyaris tewas

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Punya kebiasaan menggigit kuku, pria ini nyaris tewas Punya kebiasaan menggigit kuku, pria ini nyaris tewas

Pria berumur 28 tahun asal Birkdale, Inggris, Luke Hanoman hampir meregang nyawa diakibatkan kebiasaannya menggigit kuku tahun lalu. 

Ditelusuri dari berbagai sumber, Luke merasa tak enak badan setelah ia menggigit kuku. Selama seminggu, ia mengalami gejala mirip flu lama kelamaan ia berfikir ada yang tak beres.

Luke kemudian dilarikan ke rumah sakit. Infeksi ternyata telah menyebar melaui darahnya. Luke langsung mendapatkan perawatan intensif selama 4 hari. Luke diobservasi selama 24 jam setiap harinya. 

Luke beruntung bisa selamat, kata dokter, karena kasus seperti ini telah menelan korban sebanyak 123.000 kasus setiap tahunnya.

“Saya sering menggigiti kuku sepanjang waktu. Suatu hari saya menggigit kulit di tepi kuku saya. Sedikit sakit tapi saya tak memikirkannya,” ujar ayah dari dua anak ini.

Dilansir dari New York Post, Luke membiarkan dirinya bekerja selama seminggu dan mengabaikan gejala yang muncul setelah sepekan, gejala tersebut berupa flu yang semakin memburuk.

“Saya berkeringat dingin, gemetar, dan kemudian menjadi panas. Jari saya membengkak dan berdenyut tak tertahankan,” tambah Luke.

Saat itu Luke masih mengabaikan rasa sakitnya dan mengira dirinya hanya terserang penyakit demam biasa karena kurang tidur.

“Aku tidur pada Jumat malam dan bangun jam 2 siang keesokan harinya,” ujar Luke.

Semakin lama Ibu Luke curiga, dan beruntung ia segera meminta bantuan layanan kesehatan nasional dan memberitahukan gejalanya.

Luke dilarikan ke rumah sakit Southport Hospital dan segera mendapatkan pertolongan dari infus. Dia mendapatkan garis merah di seluruh tubuhnya dan suhu tubuhnya meninggi.

Saat diberitahukan dokter, Luke terserang penyakit Sepsis. Sepsis sendiri terjadi akibat adanya infeksi di dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh menjadi menyerang dirinya sendiri dan membuat jaringan serta organ sehat menjadi mati.

Menurut Layanan kesehatan Nasional Inggris, sekitar 37 ribu orang meninggal setiap tahun sebagai akibat dari kondisi tersebut.

Gejala Sepsis dapat berupa perasaan lesu, suhu badan meninggi, dan mengalami sesak nafas. Gejala tersebut diikuti dengan pusing, diare, kulit memerah atau pucat.

 

Es mencair, puluhan jenazah pendaki di Puncak Everest muncul
Dicoret di dua kabupaten, ini respons Partai Berkarya
BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Prabowo kampanye di Makassar, Sandiaga di Jawa Tengah
IHSG ditutup menguat di level 6.501
Mayoritas pemilih tidak tertarik janji capres
Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Kubu Jokowi akan yakinkan swing voters di kampanye terbuka
Komnas HAM sebut pemerintah umbar janji ke korban gempa Sulteng
Fetching news ...