Merealisasikan kerjasama Indonesia-Polandia

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Merealisasikan kerjasama Indonesia-Polandia

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan kerja sama bilateral Indonesia-Polandia sudah terjalin dengan baik, tinggal optimalisasi dan realisasi.

"Pertemuan delegasi DPR RI bersama Ketua Senat Polandia untuk menyampaikan beberapa peluang kerja sama yang perlu diperkuat antara Indonesia-Polandia terutama di bidang pariwisata dan perdagangan. Juga beberapa tantangan yang dihadapi   Indonesia dan Polandia dalam menguatkan hubungan kerjasama bilateral," ungkap Fadli Zon saat melakukan pertemuan terbatas dengan Ketua Senat Polandia HE. Mr. Stanislaw Karczewski di Warsawa Polandia, Senin waktu setempat (20/11/2017).

Pertemuan tersebut merupakan kunjungan kerja DPR RI untuk menguatkan diplomasi bilateral Indonesia-Polandia khususnya bidang pertanian, pendidikan, perdagangan dan pariwisata. Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria dan Anggota Komisi X Anang Hermansyah. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari diplomasi parlemen Indonesia dalam rangka mempererat hubungan bilateral yang telah ada dengan beberapa MoU sebelumnya.

"Pertemuan ini juga menjadi forum strategis untuk menyampaikan pentingnya perkuat kerja sama bilateral Indonesia-Polandia. Kami berharap mendapat dukungan Polandia terhadap produk ekspor Indonesia untuk mendapatkan akses pasar UE yang lebih luas. Selain membahas beberapa peluang kerjasama, kunjungan kerja kali ini untuk pemantapan pembentukan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) Indonesia- Polandia,” tambanya.

Ia melanjutkan, pertemuan ini juga sebagai forum untuk melobi senat Polandia dalam pembukaan penerbangan langsung Jakarta-Warsawa dan melanjutkan pembahasan code sharing untuk merealisasikan pembukaan jalur penerbangan langsung Warsawa-Jakarta," paparnya. 

Pembahasan penting lainnya yaitu kerja sama dalam bidang pendidikan. Polandia, kata Fadli, memiliki sistem pendidikannya yang berkualitas di antara negara Eropa khususnya pada bidang sains, teknologi, kesehatan dan pertanian sehingga tidak menutup kemungkinan negara itu dapat menjadi alternatif baru buat pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke Eropa.

“Ini kesempatan yang baik buat mahasiswa Indonesia, semacam disertifikasi agar tidak hanya negara-negara barat tertentu yang sudah menjadi tujuan studi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sektor pertanian

Hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kerja sama di berbagai bidang, utamanya bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan pertahanan dengan Polandia.

"Kami ingin mengetahui lebih dalam bagaimana strategi pemerintah Polandia dalam meningkatkan sektor pertanian. Selain itu, pertemuan ini juga sebagai forum yang kondusif untuk mendiskusikan peluang-peluang yang mungkin terjalin dalam merealisasikan MoU pertanian yang sudah terbentuk," ungkap Fadli Zon.

Mr Krzysztof Jurgiel selaku Menteri Pertanian menyampaikan pentingnya membuka akses pasar Polandia di Indonesia. Keterbukaan pasar Indonesia menjadi kunci dalam menjalin hubungan kerja sama Indonesia-Polandia. Selain itu Polandia juga menawarkan alat mesin pertanian yang berkualitas dan terbuka untuk dilakukan join investment.

Fadli Zon sebagai Ketua Delagasi Kunjungan Kerja DPR RI ke Polandia  yang juga Ketua Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) menyatakan pentingnya Indonesia menjalin kerja sama di bidang pertanian khususnya dalam rangka pendidikan, riset, serta teknologi pertanian.

"Saya menyambut baik penawaran yang disampaikan Menteri Pertanian Polandia untuk membuka pasar ke Indonesia, salah satunya ekspor daging sapi ke Indonesia. Yang terpenting daging impor tersebut memenuhi tiga syarat, yaitu dagingnya halal, bebas dari penyakit kuku dan mulut, juga harganya bisa bersaing" ungkap Fadli.

"Saya kira harga daging sapi di Polandia masih tergolong murah dengan harga daging sekitar 2 sampai 3 dolar AS per kilogram. Ini sangat murah dan masuk akal daripada kita membeli daging sapi dari Australia atau Selandia Baru, yang mahal. Kita harus melakukan diversifikasi tujuan ekspor, termasuk juga bila kita membutuhkan impor," lanjut Fadli.

Sejauh ini, nilai perdagangan RI-Polandia berkembang dengan baik. Pada tahun 2016, total nilai perdagangan kedua negara sebesar USD 513,11 juta; meningkat 0,76% dibanding tahun sebelumnya, dengan surplus Indonesia sebesar USD 226,93 juta. Sementara tahun 2015, nilai perdagangan bilateral tercatat sebesar US$ 509,26 juta, dengan surplus di pihak Indonesia senilai US$ 208,51 juta.

"Kerja sama antara Indonesia dengan Polandia, khususnya di bidang pertanian bisa terus dioptimalkan. Sebab Polandia merupakan negara dengan luas wilayah yang cukup besar dan memiliki produk unggulan di bidang pertanian," pungkas Fadli.

Sebelumnya, Delegasi DPR RI menggelar pertemuan  bersama Delegasi GKSB (Group Kerjasama Bilateral) Polandia bersama dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia Peter F. Gontha. Dalam pertemuan tersebut, Peter F. Gontha meminta bantuan DPR agar aktif melobi senat Polandia demi meningkatkan akses Indonesia ke Uni Eropa.  Sementara itu, turut menyertai Fdli adalah Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria dan Anggota Komisi X Anang Hermansyah.

Raih berbagai diskon dalam perayaan Hari Belanja Online Nasional
Berharap kinerja DPR naik setelah blue print reformasi rampung
Iming-iming Jokowi bagi pejabat yang tutup peluang korupsi
Memperkuat pendidikan Islam di perbatasan
Pro dan kontra ICMI dukung Jokowi di 2019
Fetching news ...