Kunci menguasai masa depan versi Arcandra Tahar

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kunci menguasai masa depan versi Arcandra Tahar

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berpendapat bahwa ada sejumlah kunci untuk menguasai masa depan bagi sebuah organisasi.

"Yang akan selalu ada itu adalah perubahan, sampai akhir zaman nanti. Manusia itu akan berubah, kemungkinan kultur kita juga akan berubah," katanya di Jakarta, Senin (09/04/2018).

Arcandra Tahar mengungkapkan 3 (tiga) kunci utama yang harus dimiliki bagi eksistensi dan tetap berkembangnya sebuah organisasi di era gempuran teknologi dan informasi saat ini.

“Pertama, menguasai teknologi, kedua, memiliki visi ke depan dan berkontribusi konkret, serta ketiga, menjadi human capital bukan lagi human resources,” katanya.

Arcandra mengajak organisasi kedaerahan untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman agar tidak tergerus arus perubahan.

"Ada organisasi kedaerahan yang sangat kuat pada masanya di Indonesia, ada, tapi organisasi mana yang mampu untuk bertahan? Organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Ke depan adalah masa di mana teknologi memegang peranan penting," ujarnya.

Kunci kedua, memiliki visi ke depan dan berkontribusi konkret. Setelah menguasai teknologi, tentunya harus mampu menyumbangkan ilmu, kemampuan, dan pengalamannya untuk negeri, memberikan sumbangsih dan kontribusi untuk membangun tanah air.

"Paradigma ke depan adalah lebih menekankan kepada ini mau ke mana, apa yang mau kita sumbangkan yang riil. Untuk melakukannya, caranya menuntut ilmu, dapatkan kemampuan, dan merantaulah. Jika sudah punya pengalaman dan punya kesempatan buat negara, pulang," tegasnya.

Kunci ketiga, seperti yang pernah disampaikan dalam beberapa kesempatan, Arcandra mengingatkan untuk menjadi seorang human capital, bukan lagi human resources.

"Kita sekarang tidak bicara lagi tentang human resources, sumber daya manusia, bahasa itu sudah ditinggalkan. Sekarang namanya human capital. Kalau human resources manusia digunakan, diperintah, tapi kalau human capital, manusia yang aktif, manusia yang berbuat. Itu yang dinamakan dengan human capital," pungkas Arcandra.

PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis
PAN dukung pemerintah soal penundaan pembebasan Ba'asyir
MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Fetching news ...