Selayang pandang Pramuka Indonesia

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Selayang pandang Pramuka Indonesia

Tepat pada hari ini, Senin 14 Agustus, Pramuka Indonesia merayakan ulang tahun yang ke 56. Tanggal tersebut dipilih berdasar hari penetapan pendirian Gerakan Pramuka Nasional pada 1961.

Kata "Pramuka" merupakan akronim dari Bahasa Sansekerta Praja Muda Karana, yang memiliki arti ‘jiwa muda yang suka berkarya’.

Gerakan Pramuka dengan lambang tunas kelapa dibentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Namun, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak baru pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Sejarah kepramukaan di dunia tak lepas dari Robert Baden-Powell, pria asal Inggris yang begitu peduli dengan pembinaan remaja di Inggris pada awal abad ke-20.

Pramuka atau dikenal dengan Scout Movement pertama kali berdiri pada 1907 oleh Baden-Powell yang saat itu berpangkat letnan jenderal di Ketentaraan Inggris.

Lord Baden Powell, yang terlibat membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, menerapkan scouting atau kepanduan secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia, yang diinisiasi penjajah Belanda melalui sekolah mereka.

Kalah cepat dengan Muhammadiyah

Jauh sebelum Pramuka berdiri, Muhammadiyah sudah mendirikan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) yang berarti 'cinta tanah air' sebagai salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan persyarikatan.

HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Dikisahkan, prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu dari sekolah milik Belanda di alun-alun Mangkunegaran.

Berdiri lebih dulu, Kepanduan HW banyak mempengaruhi Pramuka. Salah satu contohnya adalah nada pada tepuk pramuka yang kita kenal. Yang lebih esensial adalah pengaruh HW pada janji Pramuka atau Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Keduanya sangat mirip dengan Janji Pandu HW dan Undang-Undang Pandu HW. Mari kita perhatikan Dasa Darma Pramuka dan UU HW:

Dasa Darma Pramuka:

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

Undang-Undang Pandu HW:

1. Pandu Hizbul Wathan itu dapat dipercaya
2. Pandu Hizbul Wathan itu setia dan teguh hati
3. Pandu Hizbul Wathan itu siap menolong dan wajib berjasa
4. Pandu Hizbul Wathan itu cinta perdamaian dan persaudaraan
5. Pandu Hizbul Wathan itu sopan santun dan perwira
6. Pandu Hizbul Wathan itu menyayangi semua makhluk
7. Pandu Hizbul Wathan itu siap melaksanakan perintah tanpa membantah
8. Pandu Hizbul Wathan itu sabar dan pemaaf
9. Pandu Hizbul Wathan itu teliti dan hemat
10. Pandu Hizbul Wathan itu suci dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan.

 

Cabut moratorium TKI ke Saudi, apa yang harus dilakukan pemerintah?
Uang tol elektronik ancam 20 ribu pekerja
Jangan ambil keputusan saat dalam 4 kondisi ini
Menyikapi isu bangkitnya PKI
Refleksi 1 Muharram
Fetching news ...