Sudah sepatutnya kita bersyukur

REPORTED BY: Andika Pratama

Sudah sepatutnya kita bersyukur

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah"

Penggalan surah Al Baqarah: 172 memerintahkan agar kita sebagai umat manusia selalu harus bersyukur kepada Allah SWT. Dengan selalu bersyukur, kita akan selalu diberikan nikmat dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAW bersabda orang yang paling bersyukur ialah manusia yang paling qanaah (menerima pemberian Allah) dalam kehidupannya, sedang manusia yang paling kufur adalah manusia yang rakus dan tamak.

Dengan mengetahui persoalan yang dihadapinya, maka seseorang akan lebih bersemangat dalam meraihnya. Apabila kita mengetahui keutamaan-keutamaannya, pasti kita bakal bersungguh-sungguh untuk menjadi orang yang bersyukur.

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (an-Nisa [4]: 147).

Bersyukur pangkal selamat

Manusia harus menyadari segala macam nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Syukur yang benar menjadikan manusia kian tahu hakikat siapa dirinya dan siapa Penciptanya. Semakin ia bersyukur, maka semakin tampak pula kelemahan dan keterbatasan orang itu.

Sikap syukur yang demikian niscaya makin mengokohkan pondasi keimanan pada diri seorang Muslim. Mengapa? Tidak lain karena perpaduan antara iman dan syukur sanggup melahirkan amal shalih setiap saat. Ia bahkan bisa menjadikan seseorang berlomba dalam kebaikan

Untuk itu, bagi orang beriman, bersyukur bukan lagi sebuah kewajiban yang membebani. Namun hendaknya ia dimaknai sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan lagi dari hidupnya. 

Seberapa bersyukurkah kita?

Syukur merupakan perbuatan yang amat utama dan mulia, oleh karena itu Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita semua untuk bersyukur kepada-Nya, mengakui segala keutamaan yang telah Dia berikan

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah :152)

Orang yang mau bersyukur merupakan kelompok orang yang khusus di hadapan Allah, Dia mencintai kesyukuran dan para pelakunya serta membenci kekufuran dan pelakunya.

"Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyu-kuranmu itu" (QS Az Zumar:7)

Pondasi syukur

Kesyukuran yang hakiki di bangun di atas lima pondasi utama. Barang siapa merealisasikannya, maka dia adalah seorang yang bersyukur dengan benar. Lima asas tersebut adalah: 

1. Merendahnya orang yang bersyukur di hadapan yang dia syukuri (Allah). 
2. Kecintaan terhadap Sang Pemberi nikmat (Allah). 
3. Mengakui seluruh kenik-matan yang Dia berikan. 
4. Senantiasa memuji-Nya, atas nikmat tersebut. 
5. Tidak menggunakan nikmat untuk sesuatu yang dibenci oleh Allah.

Hakikat syukur

Hakikat syukur adalah memuji orang yang telah berbaik hati memberi (al-muhsin) dengan mengingat-ingat kebaikannya. Syukur hamba kepada Allah bererti memuji-Nya dengan mengingat-ingat kebaikan yang Dia berikan.

Maka selalu bersyukur jika kita diberi suatu nikmat Allah SWT, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit. Karena orang yang selalu bersyukur niscaya Allah SWT akan menambah kenikmatan tersebut.

"Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih" (QS Ibrahim : 7)

Melindungi karya seni dari jepretan dan sentuhan
Malaysia sengaja provokasi Indonesia?
Candaan Adhyaksa Dault soal Pramuka jadi menantu idaman
Tempat wisata di Dieng yang wajib Anda kunjungi
Pasangan Anda kecanduan game? Mungkin ini alasannya
Fetching news ...